Friday, 22 April 2011

ayah bunda..baca dulu ya..


Artikel ini saya ambil dari www.kakseto.com
AMANKAH BABYWALKER UNTUK ANAK?

Apakah si Kecil belajar berjalan dengan babywalker? Babywalker mungkin cukup lazim
digunakan di Indonesia, tetapi di Amerika, kini tengah diperdebatkan tentang  keamanan
penggunaan babywalker untuk anak yang belajar berjalan. Bahkan para pakar kesehatan di
sana telah mengeluarkan peringatan bahwa babywalker berbahaya bagi balita. Meski
demikian, babywalker masih tetap dijual dan banyak orangtua yang mempergunakannya
untuk anak mereka.
Suatu penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit Anak Columbus dan Universitas Ohio,
menunjukkan bahwa satu di antara tiga orangtua tetap menggunakan babywalker, meskipun
anaknya pernah cedera akibat babywalker. Namun hal ini bukan berarti bahwa mereka
adalah orangtua yang buruk.
"Orangtua selama ini keliru menganggap bahwa selama di bawah pengawasan mereka, anak
mereka akan aman-aman saja menggunakan babywalker," jelas Dr. Gary Smith, direktur
unit gawat darurat pada Rumah Sakit Anak. "Akibatnya mereka pikir jika mereka
hati-hati maka anak mereka akan baik-baik saja. Padahal justru hal ini  mengundang
cedera pada anak mereka."
Salah satu jalan keluar adalah mengharuskan babywalker dibuat mengikuti standar
tertentu seperti yang berlaku saat ini di Kanada. Di negara daun maple tersebut,
babywalker haruslah dibuat lebih lebar dari ukuran pintu.  
"Anak yang menggunakan babywalker dapat berjalan sejauh 1 meter tiap detiknya. Mereka
jelas masih terlalu kecil untuk dapat mengendalikan kecepatan seperti ini," jelas Dr.
Smith. Ditambahkannya, pada kecepatan tersebut, seorang anak dapat cedera dalam waktu
yang sama yang dibutuhkan orang dewasa untuk membuka lemari es. Hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa 69 persen dari kasus cedera pada anak akibat babywalker terjadi
meski berada di bawah pengawasan orangtua. 
Penelitian di atas difokuskan pada data kasus cedera di unit gawat darurat di Rumah
Sakit Anak Colombus selama 3 tahun, dari Maret 1993 hingga Februari 1996. Selama waktu
tersebut, 271 anak yang dibawa ke Rumah Sakit Anak cedera akibat penggunaan
babywalker. Secara rata-rata, kasus cedera akibat penggunaan babywalker terjadi sekali
setiap 4 hari.
Cedera pada sembilanpuluh persen dari kasus tersebut diakibatkan anak terjatuh dari
tangga. Analisa dari data cedera mengungkapkan bahwa anak yang jatuh lebih dari 10
anak tangga beresiko mengalami retak tulang tengkorak tiga kali lebih besar daripada
anak yang jatuh kurang dari 10 anak tangga. Sekitar 62 persen dari korban cedera adalah anak laki-laki, dengan usia rata-rata sekitar 9 bulan. Dua puluh enam di antara anak-anak tersebut mengalami retak tulang tengkorak, dan sisanya mengalami gegar otak, lecet dan retak tulang lainnya.
Dari hasil wawancara dengan para orangtua korban, diperoleh data sebagai berikut :
- Enampuluh sembilan persen kasus terjadi saat si anak berada dalam ruangan yang sama
dengan seorang dewasa.
- Setelah cedera terjadi, 45 persen dari orangtua tetap menggunakan babywalker,
sementara 42 persen membuang atau menghancurkannya.
- Empatpuluh enam dari anak yang cedera kembali menggunakan babywalker, meski
babywalker tersebut telah mencederai mereka.
Menurut Smith, alasan orangtua tetap menggunakan babywalker adalah karena anak mereka
senang menggunakannya, dan mereka percaya bahwa babywalker membantu anak belajar
berjalan. Namun, sejauh ini, belum ada penelitian yang membuktikan bahwa anak
bertambah lancar berjalan karena bantuan babywalker. 
Tahun 1992, sebuah petisi diajukan ke Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika agar
babywalker dilarang. Komisi tersebut menolak proposal tersebut tahun berikutnya, dan
minta agar diadakan penelitian lebih lanjut mengenai segi keamanan alat tersebut.
"Inilah waktunya bagi kita untuk memutuskan sesuatu daripada hanya memasang label
peringatan dan mendidik pada orangtua, dua strategi yang selama ini tidak berhasil,"
kata Dr.Smith. "Kita harus memasang standar baru yang mengharuskan babywalker dibuat
lebih lebar dari ukuran pintu." Nah, kini tinggal Anda sebagai orangtua yang harus
memilih, amankah babywalker untuk anak.

No comments:

Post a Comment